Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Antisipasi Pasar Saham AS Berada Dalam Gelembung Besar


Pada tahun 2022, pasar saham dimulai dengan awal yang sulit. Sebagai contoh, Nasdaq, bursa saham terbesar, telah mengalami koreksi lebih dari 10%.

Jeremy Grantham, salah satu pendiri dan kepala strategi investasi Grantham, Mayo, & van Otterloo (GMO), mengatakan pasar saham AS saat ini dalam posisi "super bubble". Situasi saat ini dikatakan memiliki dampak yang lebih lama dari sebelumnya.

"Superbubble ini jauh lebih besar dari rata-rata dan telah kembali ke kecenderungan yang panjang dan menyakitkan," tulis Grantham.

Gelembung saham adalah situasi di mana harga saham naik secara tidak terduga.

Sebelumnya, pasar saham AS mengalami superbubble yang menyebabkan Depresi Hebat pada tahun 1929. Kemudian, pada tahun 2000, gelembung dot-com runtuh.

Terakhir pada tahun 2006, saham real estate AS mengalami super bubble. Fenomena ini masih berulang.

Grantham percaya kebijakan Federal Reserve untuk mengurangi suku bunga menjadi nol dan mempertahankannya selama hampir dua tahun adalah penyebab utama ketidakstabilan pasar saham. The Fed berencana untuk mulai menaikkan suku bunga pada Maret 2022.

Post a Comment for "Antisipasi Pasar Saham AS Berada Dalam Gelembung Besar"